Home / Fungsi Pembinaan / Bag Operasional / Polres Kuningan Tegaskan Pesan Berantai Tentang Puluhan Orang Hilang di Cipari Hoax

Polres Kuningan Tegaskan Pesan Berantai Tentang Puluhan Orang Hilang di Cipari Hoax

POLRES KUNINGAN – Kabupaten Kuningan kembali diterpa isu hoax melalui pesan berantai yang beredar sejak Jumat (23/2/2018) malam.

Dalam pesan tersebut berbunyi :

Mohon Do’anya…untuk Saudara Kita….

Sedikitnya 500 jiwa warga Dusun Cipari, Desa Margacina, Kecamatan Karangkancana, Kabupaten Kuningan terpaksa mengungsi ke Desa Kaduagung, masih di wilayah kecamatan tersebut, Kamis (22/2/2018). Sekitar 150 rumah warga di dusun tersebut kini dalam kondisi terancam bencana pergerakan tanah. Bahkan, puluhan rumah di antaranya sudah mengalami kerusakan parah nyaris ambruk tergusur pergerakan tanah.

——————————-

Ijin melaporkan data keluarga yang melaporkan keluarganya hilang untuk sementara sebanyak 18 Orang diantaranya:

  1. Rasminah, Ds. Pasirpanjang
  2. Turkiah, Ds. Pasirpanjang

Dst…

Kapolres Kuningan AKBP Yuldi Yusman secara tegas membantah kabar tersebut. “Saya tegaskan, berita yang tersebar itu tidak benar alias hoax,” ujar Kapolres.

Menurutnya, sejak pesan berantai muncul, saat itu juga pihaknya langsung mengecek ke lokasi pengungsian. “Tidak ada korban seperti disebutkan dalam pesan berantai tersebut,” lanjutnya.

Untuk memastikan kembali, Kapolres Kuningan beserta Dandim 0615 dan Bhayangkari Cabang Kuningan menggelar baksos dan menyalurkan bantuan sembako ke lokasi, Sabtu (24/2/2018).

“Wilayah tersebut memang ada musibah longsor dan pergerakan tanah, tapi tidak ada korban jiwa baik yang hilang atau meninggal,” pungkas Kapolres.

Sementara itu Sekdes Margacina, Yopi Muhammad Ikhlas mengatakan, longsor dan pergerakan tanah sudah terjadi sejak hari Selasa (20/2) lalu diawali beberapa jalan mengalami retak. Namun retakan tanah semakin parah terjadi pada Rabu (21/2) dini hari.

Warga, kata Yopi, langsung berhamburan keluar karena takut tertimpa material bangunan. “Alhamdulillah tidak sampai ada warga yang jadi korban. Termasuk sekitar sembilan rumah warga yang ambruk pun kebetulan penghuninya sudah mengungsi,” ujar Yopi kepada Radar Cirebon.

Yopi mengatakan, kondisi wilayah Dusun Cipari memang tergolong labil dan rawan pergerakan tanah. Lokasi itu memang banyak terdapat sumber mata air. Hampir setiap musim hujan ada saja rumah warga yang mengalami retak.

“Dan tahun ini kerusakannya cukup parah. Hampir semua rumah warga yang mengalami retak-retak, bahkan beberapa di antaranya ambruk,” ujar Yopi.

Untuk penanganan darurat, kata Yopi, seluruh warga telah diinstruksikan untuk mengungsi ke tempat aman, seperti ke rumah kerabat atau ke sekolah. Warga tidak disarankan mengungsi ke gedung serbaguna Desa Margacina, mengingat lokasinya yang cukup jauh yaitu sekitar 3 kilometer.

 

 

Humas Polres Kuningan

 

9 comments

  1. Ice cream sure sounds good right about now.

  2. It’s really a nice and helpful piece of info. I’m happy that you shared this useful info with us. Please keep us up to date like this. Thank you for sharing.

  3. Don’t go sniffing that too much!

  4. You sure know how to make a squirrel smile.

  5. No one can ever say this site is boring!

  6. Would you like some popcorn?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *